Halaman

Senin, 06 Desember 2010

100 Kata BAKU dan TIDAK BAKU

1. aktif = aktip
2. ambulans = ambulan
3. analisa = analisis
4. andal = handal
5. anggota = angauta
6. antre = antri
7. apotik = apotek
8. asas = azas
9. atlet = atlit
10.bus = bis
11.berpikir = berfikir
12.cabai = cabe, cabay
13.cenderamata = cinderamata
14.daftar = daptar
15.definisi = difinisi
16.depot = depo
17.detail = detil
18.diagnosis = diagnosa
19.diferensial = differensial
20.dipersilakan = dipersilahkan
21.disahkan = disyahkan
22.ekspor = eksport
23.ekstrem = ekstrim
24.ekuivalen = ekwivalen
25.embus = hembus
26.esai = esei
27.formal = formil
28.februari = pebruari
29.fiologi = phiologi
30.fisik = phisik
31.foto = photo
32.fondasi = pondasi
33.frekuensi = frekwensi
34.hafal = hapal
35.hakikat = hakekat
36.hierarki = hirarki
37.hipotesis = hipotesa
38.insaf = insyaf
39.ikhlas = ihlas
40.impor = import
41.istri = isteri
42.ijazah = ajasah, ijasah
43.izin = ijin
44.imbau = himbau
45.isap = hisap
46.jaman = zaman
47.jenazah = jenasah
48.justru = justeru
49.karier = karir
50.kaidah = kaedah
51.kategori = katagori
52.khotbah = khutbah
53.konferesi = konperensi
54.kongres = konggres
55.kompleks = komplek
56.kualifikasi = kwalifikasi
57.kualitas = kwalitas
58.kuantitatif = kwantitatif
59.koordinasi = koordinir
60.manajemen = menejemen
61.manajer = menejer
62.masalah = masaalah
63.masjid = mesjid
64.merek = merk
65.meterai = meterei
66.metode = metoda
67.miliar = milyar
68.misi = missi
69.mulia = mulya
70.mungkir = pungkir
71.museum = musium
72.narasumber = nara sumber
73.nasihat = nasehat
74.November = Nopember
75.objek = obyek
76.objektif = obyektif
77.paspor = pasport
78.peduli = perduli
79.praktik = praktek
80.provinsi = propinsi
81.putra = putera
82.profesor = proffesor
83.ramadhan = ramadan
84.risiko = resiko
85.saraf = syaraf
86.sekadar = sekedar
87.silakan = silahkan
88.sistem = sistim
89.saksama = seksama
90.standardisasi= standarisasi
91.subjek = subyek
92.subjektif = subyektif
93.teknik = tehnik
94.teknologi = tehnologi
95.terampil = trampil
96.telantar = terlantar
97.ubah = rubah
98.utang = hutang
99.varietas = varitas
100.zaman = jaman

Minggu, 14 November 2010

Transaksi Mobile Wallet Masih Dinilai Aman





Detik.com Jakarta - Walaupun untuk transaksi mobile wallet T-Cash, Telkomsel menggunakan jaringan yang sama dengan voice dan SMS. Namun transaksi tersebut masih dijamin aman, dikarenakan utilisasi jaringan yang Telkomsel diklaim masih lowong.

"Rata-rata utilisasi network kita antara 40 hingga 90 persen. Ini masih bisa dan cukup untuk transaksi," ungkap VP T-Cash Management Telkomsel Bambang Supriogo kepada detikINET di Bandung.

Disinggung mengenai tingkat kegagalan transaksi, Bambang mengaku tidak ada data pasti berapa banyak. Namun secara presentasi, kata dia jumlahnya hanya di bawah 5%. Kegagalan tersebut lebih didasari pada faktor kualitas sinyal.

"Pastinya saya kurang tahu. Tapi kalau presentasi itu di bawah lima persen. Biasanya karena sinyal. Karena tempat layanan tersebut biasanya di dalam gedung," demikian paparnya.

Menyikapi hal tersebut, GM Costumer and Sales Telkomsel Jabar Erick Noviantoro mengaku telah menambahkan infrastruktur untuk memperkuat jaringan di dalam gedung yang berada di wilayahnya.

"Untuk di dalam gedung kita akan investasi indoor coverage. Disamping kita juga terus meningkatkan kualitas jaringan kita tentunya," ujarnya.

Erick pun bilang Telkomsel akan menambah lokal merchant. Saat ini di Jabar baru ada 69 tempat layanan T-Cash. Karena untuk penambahan lokasi layanan T-Cash tersebut berdasarkan inisiatif regional.

"Tergantung dari agresivitas masing-masing regional. Pertumbuhannya akan lebih kencang di regional ketimbang nasional," ungkapnya lebih lanjut.

T-Cash merupakan layanan mobile wallet yang memungkinkan ponsel pelanggan memiliki fungsi perbankan. Dengan menggunakan T-Cash, pelanggan dapat melakukan pembelian barang seperti pulsa isi ulang, token PLN prabayar, serta produk di merchant T-Cash.

"Pastinya bisa untuk pembayaran tagihan semisal kartu Halo, isi pulsa serta serta pengiriman uang dan pengambilan tunai. Dan kita sudah mendapatkan izin dari BI. Prosesnya kita ikuti aturan dari BI (Bank Indonesia)," pungkas Bambang.

Kalahkan AS, Super Komputer China Tercepat Sejagad





Detik.com Beijing - China mengkudeta gelar super komputer tercepat sejagad dari tangan Amerika Serikat. Super komputer China yang bernama Tianhe-1 ini mampu menghasilkan kecepatan 2.570 triliun kalkukasi per detik.

Tianhe-1 atau dalam bahasa Inggrisnya bernama 'Milky Way' kini pun ditempatkan dalam posisi puncak daftar komputer Top 500. Sementara super komputer AS -- Jaguar -- harus rela tergeser ke tempat kedua.

Jaguar merupakan super komputer yang ditempatkan di salah satu fasilitas milik pemerintah AS di Tennessee. Dikutip detikINET dari AFP, Jaguar mampu menghasilkan kecepatan 1.750 triliun kalkukasi per detik.

Tak cuma Tianhe-1 yang mengharumkan nama China di kancah persaingan para komputer kelas berat ini. Sebab sebelumnya ada Nebulae yang ditempatkan di National Supercomputing Centre di sebelah selatan kota Shenzhen.

Nebulae berada di posisi ketiga dalam daftar super komputer Top 500 dan mampu menampilkan performa 1,271 petaflop per detik. Satu petaflop setara dengan 1.000 triliun kalkulasi.

AS memang masih mendominasi daftar super komputer sejagad, dengan menguasai lebih dari setengahnya. Namun prestasi China pun tak kalah mentereng, dimana sudah diwakili oleh 42 mesin.

Selasa, 08 Juni 2010

Kongres Pemuda se-ASEAN Digelar Hari Ini


foto: Rifa/okezone

JAKARTA - Sekira 150 pemuda dari berbagai negara Asia Tenggara yang terabung dalam Association of South East Asian Nation (ASEAN) berkumpul di Jakarta, hari ini (9/6/2010). Mereka adalah peserta Regional Youth Leaders Conference 2010: Discovering ASEAN Business Opportunity.

Tahun ini merupakan kali kedua perhelatan yang diselenggarakan Bina Nusantara (Binus) University ini. Pada acara pembukaan, Selasa, 8 Juni, kemarin, ketua pelaksana konferensi ini Lianti Rahardjo menyampaikan, para peserta diharapkan bisa saling mengenal dan berbagi pengalaman.

"Selain sekitarnya konferensi ini juga bertujuan menyebarkan pentingnya ASEAN. Selama ini kan kita hanya mendengar kuatnya China atau India, lewat acara ini kita tunjukkan bahwa ASEAN juga kuat di dunia,"ujar Lianti.

Tujuan tersebut sejalan dengan tema konferensi, Discovering ASEAN Opportunity. Dalam konferensi ini nantinya para peserta akan diajak memahami dan mengupas pasar ASEAN dengan segala tantangannya sebagai bekal mereka dalam melihat peluang di masa depan.

"Konferensi ini juga akan mempersiapkan para calon pemimpin masa depan dalam menyongsong ASEAN Economic Community 2015 dengan memampukan mereka memahami globalisai dan creative entrepeneurship," imbuh Lianti.

Salah seorang peserta dari Indonesia Samia Safa Nurrahmah mengikuti konferensi ini karena dia tertarik dengan bisnis dan entrepeneurship. "Selain itu, saya juga ingin memperluas jaringan dengan teman-teman dari negara lain," tutur mahasiswi jurusan Planalogi ITB ini.

Senada dengan Samia, peserta dari Cambodian Mekong University Chantrea Luy juga berharap dapat saling mengenal dan berbagi pengalaman dengan para peserta konferensi. "Saya juga ingin mencari kesempatan untuk pendidikan saya, karena di Kamboja semua sangat terbatas," papar Chantrea.

Di Kamboja, Chantrea mengambil jurusan Marketing. Dia merasa konferensi ini Sangat sesuai kebutuhannya untuk mengembangkan kemampuan dirinya. Chantrea yang sudah dua hari berada di Jakarta ini juga sempat mengikuti satu perkuliahan di Binus untuk mempelajari bagaimana proses belajar mengajar di Indonesia.

Para peserta konferensi diharapkan akan menyebarkan pengetahuan yang mereka dapatkan di konferensi yang akan digelar hingga Jumat, 11 Juni, mendatang ini. Mereka akan menambah wawasan dan pengalaman dengan berbagai seminar dan diskusi. Tak hanya itu, peserta konferensi juga akan menampilkan kesenian khas daerah mereka pada malam kebudayaan serta berwisata ke beberapa objek wisata di Jakarta. Di akhir acara, para peserta harus mendeklarasikan pernyataan bersama sebagai hasil konferensi ini. "Jadi kita tahu acara ini mau dibawa ke mana, apa yang mereka dapatkan, dan apa yang mereka harapkan," tutup Lianti.