Halaman

Sabtu, 03 Oktober 2009

Hati-Hati! Virus Dalam URL-Shortening

JAKARTA - Dalam memposting URL yang terlalu panjang, kadang dibutuhkan URL-Shortening. Namun kadang URL tersebut berisi link bervirus.

Meskipun Twitter semakin populer, situs mikroblogging ini memiliki keterbatasan dalam melakukan sharing website dengan URL panjang dan di sini utilities pemendekan URL (URL-shortening) dapat membantu. Dengan tools tersebut pengguna dapat memasukkan sebuah link dalam batas 140-karakter, yang akan mengarahkan siapapun yang mengklik URL tersebut ke URL yang lebih panjang dan website yang dituju.

Menurut ahli keamanan jaringan dari Symantec, melalui keterangan resminya, Jumat (2/10/2009), ada satu kelemahan di sini. Dari sudut pandang keamanan, seseorang kerap tidak mengetahui ke mana sebuah link mengarah sampai dia mengklik link tersebut. Mengklik link dengan cara seperti ini benar-benar merupakan sebuah kenekatan dalam hal keamanan.

Sayangnya para pembuat malware telah memanfaatkan hal ini. Symantec Security Response telah mengamati bahwa para penjahat dunia maya menggunakan URL yang diperpendek ini untuk mendistribusikan aplikasi-aplikasi menyesatkan. Dengan menggunakan tweet yang menggoda dan term pencarian Twitter yang umum digunakan, mereka bertujuan mendorong pengguna lain untuk mengklik link-link yang diperpendek sehingga mereka menjadi korban dari sebuah program jahat.

Baik Twitter maupun layanan pemendekan URL tidak dapat disalahkan dalam di sini. Ini hanyalah satu kasus lain di mana penyerang jahat menggunakan sebuah teknologi netral sebagai alat untuk tujuan penipuan. Karena kedua layanan tersebut merupakan teknologi nyaman yang berkembang pesat, bagaimana Anda melindungi diri Anda sendiri?
Berita baiknya adalah Firefox maupun Internet Explorer menawarkan browser plug-in yang dapat mengecek URL yang diperpendek tersebut dan menunjukkan URL terakhir sebelum pengguna mengklik URL tersebut. Meskipun tidak bisa mengkonfirmasi apakah link tersebut jahat, paling tidak dengan browser plug-in ini pengguna akan lebih hati-hati sebelum mengklik.

Meskipun aplikasi-aplikasi menyesatkan yang saat ini ditawarkan dengan cara seperti itu sangat serupa, kita akan melihat lebih banyak variasinya di masa yang akan datang. Pengguna yang menginstal antivirus Symantec akan terlindungi karena software tersebut dapat mendeteksi dan memblokir resiko-resiko seperti itu sehingga tidak diunduh ke dalam PC mereka.

SMS Selamatkan Korban Gempa Sumatera Barat

JAKARTA - Tuhan masih memberikan kehidupan bagi sebagian korban gempa di Sumatera Barat. Meski telah terperangkap cukup lama, beberapa dari mereka berhasil diselamatkan karena SMS yang dikirimkan.

Johson Chandra misalnya. Pria berusia 30 tahun itu berhasil diselamatkan oleh tim evakuasi setelah ia memberitahukan posisinya kepada sang ayah, yang berada di Jakarta melalui sebuah pesan singkat di ponsel.

"Tolong, saya terjebak. Posisi saja berada di dekat tangga rumah," tulis Chandra dalam SMS tersebut, seperti dikutip melalui Reuters, Sabtu (3/10/2009).

Awalnya, saat gempa terjadi, Chandra berpikir gempa tersebut hanyalah sebuah goyangan kecil sehingga ia tidak langsung berlari ke luar rumah. Namun ketika gempa berskala 7.6 skala richter itu mulai mengganas, Chandra malah terlambat menyelamatkan diri. Ia terperangkap di rumahnya berlantai 3. Saat itu pula, lantai 3 rumahnya telah bersatu dengan lantai 1, tempat ia terperangkap dalam reruntuhan gedung.

"Saat itu saya masih memegang ponsel. Dari ponsel itu saya berusaha untuk menelepon siapa saja. Namun sayangnya, sinyal ponsel tidak bersahabat. Oleh karena itu saya putuskan untuk mengirimkan SMS yang memberitahukan posisi saya terperangkap," tutur Chandra.

Selepas SMS yang ia kirimkan, tim evakuasi pun datang untuk menyelamatkannya, 10 jam setelah gempa terjadi.

"Saya dengar suara-suara orang. Lalu saya buat keributan dengan memukul palu terus menerus, sampai akhirnya mereka menemukan saya," kata Chandra.

Chandra memang harus bersyukur dirinya selamat dan telah ditemukan. Di belahan bumi Minang lainnya, beberapa orang melakukan hal yang sama, mengirimkan SMS ke pihak kepolisian, namun mereka belum ditemukan.

Seorang polisi Padang mengaku menerima sebuah SMS yang memberitahukan masih ada beberapa orang yang masih hidup namun terperangkap di reruntuhan Hotel Ambacang, Padang.

"Hati-hati ketika memindahkan reruntuhan di Hotel Ambacang. Masih ada tujuh orang yang hidup di sini," tulis SMS tersebut kepada sang polisi yang bernama Boy Rafi Amar.

Menurut Amar, bisa jadi mereka terperangkap di ruangan seperti lobi, ruang konferensi ataupun kolam renang. Bahkan menurut Amar, kemungkinan tidak hanya 7 orang yang terperangkap di hotel tersebut tapi jumlahnya mencapai 600 orang, yang sebagian kecil merupakan orang asing.

Pasalnya, saat gempa terjadi, di hotel tersebut sedang terjadi pertemuan yang diadakan oleh Departemen Perikanan dan juga perusahaan asuransi Prudential.

Rabu, 05 Agustus 2009

Buru Ponsel yang Hilang dengan KMS 8.0

JAKARTA - Maraknya pencurian ponsel di Indonesia membuat pengguna ponsel di Indonesia khawatir. Banyak kasus yang sering terjadi di Indonesia dan berbagai negara manapun, pengguna sulit untuk melacak keberadaan ponsel yang telah hilang.

Kaspersky, pengembang solusi keamanan mencoba mengatasi masalah tersebut dengan meluncurkan Kaspersky Mobile Security 8.0 (KMS 8.0) untuk memburu keberadaan ponsel yang hilang.

Menurut Director Mobile Business Kaspersky Lab, Sergey Nestruev KMS 8.0 dilengkapi beberapa fitur berkemampuan canggih yang dirancang untuk melindungi ponsel cerdas dari ancaman kehilangan data ataupun fisik.

"KMS 8.0 memiliki beberapa fitur handal mulai dari anti-theft hingga Parental Control yang membantu para orang tua membatasi panggilan dan pengiriman sms pada ponsel anaknya," ujar Sergey pada acara Kaspersky 2010 Media Launch di FX Plaza, Jakarta, Rabu (5/8/2009).

Sergey menjelaskan salah satu fitur untuk memburu ponsel yang hilang adalah dengan menggunakan 'sms-find'. Pengguna cukup mengirimkan pesan ke ponsel yang hilang. Nantinya setelah mengirimkan pesan dengan password pada ponsel yang hilang pengguna akan menerima sebuah link ke Google Maps yang berisi koordinat yang tepat. Selain itu modul 'anti-theft' juga memungkinkan pengguna yang kehilangan ponselnya dapat memblokirnya dari jarak jauh atau menghapus memori ponsel dengan mengirimkan 'code word' melalui sms ke nomornya.

Fitur lain, seperti Parental Control memungkinkan orang tua membatasi pengiriman sms seperti premium rate atau layanan konten dewasa.

Namun, KMS 8.0 kini baru tersedia untuk smartphone berplatform OS Symbian 9.1, 9.2, 9.3 dan OS Windows Mobile 5.0, 6.1, dan 6.0.

"Tahun depan kemungkinan kita akan meluncurkan untuk platform lain, seperti Blackberry misalnya," ujar Sergey.

Harga yang ditawarkan untuk KMS 8.0 berkisar hingga USD30. "Tapi itu harga internasional, dan harga di tiap-tiap negara berbeda-beda," ujarnya. (srn)

Senin, 13 Juli 2009

6 dari 10 Perusahaan Enggan Gunakan Windows 7

Techno - Software

SAN FRANCISCO - Enam dari 10 perusahaan dalam sebuah survei mengemukakan, bakal melewatkan untuk menggunakan sistem operasi terbaru dari Microsoft, Windows 7. Banyak pertimbangan yang menyebabkan mereka enggan beralih dari sistem operasi yang lama.

Sebenarnya Windows 7 sudah resmi diumumkan bakal dirilis secara final pada 22 Oktober 2009 ini. Banyak analisis yang sudah menyatakan kalau Windows 7, bakal lebih sempurna dari Vista.

Namun sayang, meski sudah diyakinkan, seperti yang dilansir Reuters, Senin (13/7/2009), sekira 1.000 perusahaan responden yang disurvei oleh ScriptLogic berencana untuk tidak akan menggunakan Windows 7 dalam waktu dekat, atau bahkan tidak menggunakannya sama sekali.

Dari survei itu terlihat, sekira 60 persen koresponden tidak berencana untuk bermigrasi ke Windows 7. Sedangkan 7,34 persen bakal membenamkannya paling cepat pada akhir 2010. Lebih lanjut, 5,4 persen setidaknya akan melakukan prombakan ke si Tujuh pada akhir tahun. Sedangkan sisanya 35 persen perusahaan telah siap untuk menjalankan OS anyar itu di perusahaannya.

Banyak alasan, kenapa perusahaan tersebut masih belum tertarik untuk mengganti ke Windows 7. Alasan yang paling utama adalah, karena masalah keuangan dan resesi ekonomi yang belom berakhir. Enam dari 10 perusahaan tersebut, masih menyukai bertahan dengan sistem operasi yang lama seperti, Vista dan XP demi menyelamatkan kas keuangan.

Windows 7 sendiri digadang-gadang memiliki kemampuan satu tingkat diatas Vista, OS ini diklaim tidak memakan banyak ruang dan jauh lebih ringan. Maka tidak heran, kalau Windows 7 bisa juga dibenamkan di netbook, selain dari notebook.