Halaman

Selasa, 08 Juni 2010

Tugas 9

Jawaban Tugas 9 :

1. A
2. A
3. C
4. A
5. D

Tugas 8

Jawaban tugas 8 :

1. A
2. B
3. C
4. B
5. C

Senin, 07 Juni 2010

Reset terhalang jarak


Hampir di setiap semua gelaran drag bike, catatan waktu dianggap paling sakral. Dari angka yang tampak kadang bikin senang, kecewa bahkan bisa rusuh jika hasilnya tidak sesuai harapan. Itu sebabnya tim-tim drag bike berlomba mengasah tunggangannya. Riset sana-sini untuk mempertajam, agar catatan waktu pecah.

Seperti event Day Battle IPMJ Enduro Racing Drag Bike 201 M Championship 2010 (DBIERDC) putaran ke-3 (29-30/5) kemarin. Kelas Matik s/d 350 cc khusus untuk seri ini, catatan waktu terkecil kembali terukir. Kalau seri awal dan kedua masih di angka 7,771 detik ke atas. Sekarang diperkecil jadi 7,754 detik oleh Amir Ceria, joki dari tim Yong Motor Jakarta.

Memang sih time-nya masih selisih 0,1 detik (7,6 gede) dari event lain yang pernah digelar seperti di Jogja. “Kebetulan sebelum itu, di Jakarta, motor matik saya catatan waktunya masih yang terbaik 7,7 kecil,” ujar Arief dari tim YSS RFT Ardians Riftech Jakarta.

Tajamnya catatan waktu, tidak lepas dari penyelengara yang peduli keinginan pembalap. Kemasan apik, time kepper akurat dan pengereman aman, bakal dimaksimalkan joki saat bertanding.

Makin kencang, sirkuit harus ideal. “Motor bisa digeber maksimal dan mekanik terus meriset mesin, sasis dan kaki-kaki,” jelas Helmy Sungkar dari Trendypromo Mandira, EO DBIERDC yang menambah jarak pengereman 18 meter dari 150 meter dari yang ada.

Daryanto, mekanik tim Dumasari Fourteen mengaku, seri ini banyak perubahan. Terutama lebar dan panjang pengereman. Sehingga risetnya seputar ruang bakar dan kem lebih maksimal.

Seting ruang bakar, terutama kompresi sulit bila trek berubah. “Joki komplain lantaran motor terasa liar,” tutur mekanik yang mempercayakan motornya kepada Ntong Doy yang cuma masuk urutan ke-4 kelas paling bergengsi matik.

Begitupun Dwi Sukamto alias Dwek mekanik tim ARS Motor dari Semarang. Dituturkannya, kalau jarak pengereman lebih panjang memungkinkan mekanik serius meriset motor. Terutama komponen seputar CVT yang dianggap berandil dalam menentukan perfoma.

Kalau jarak pengereman pendek, riset masih cari torsi dan power bawah. “Jarak jauh dan joki bisa ngegas, modif bukan cuma mesin tapi juga komponen pemindah daya. Seperti puli atau girboks,” lanjut Dwek yang mengantarkan Dwi Batank juara ke-2 kelas Matik s/d 350 cc.

Yang dilakukan Yong Mustofa mekanik tim Yong Motor, Jakarta lain. Mekanik Amir Ceria ini belum melakukan riset. Katanya masih yakin dengan mesin sekarang. “Jarak pengereman dua kali jarak dipakai. Baru kita bisa memaksimalkan mesin. Kan kasihan sama joki. Bisa ngegas tapi nggak bisa ngerem,” imbuh Yong.

Lanjut Yong, di event ini sebenarnya semua motor bisa pecahkan rekor termasuk matik. Jadi kendala, aspal yang dipakai balap ini untuk drifting. Aspal tipe ini sangat licin buat ban motor drag. “Joki enggak berani buka power gede," beber M. Chabix joki tim Super Sotoy Family asal Tangerang yang cuma posisi ke-3.

Penyebab Soket Hangus



Soket hangus bisa kapan & kejadian di mana saja. Lantaran soket jadi media penghubung antara komponen kelistrikan dan kabel. Penyebabnya beragam dari hal yang paling sepele sampai yang serius.

Sebenarnya soket terbakar bukan karena enggak tahan. Faktor utamanya akibat salah satu kabel yang jadi penghantar arus listrik mengalami beberapa faktor. Seperti kabel kelewat panas berdampak ke soket yang akhirnya hangus.

Paling simpel soket kebakar karena kendur. Bisa kendur yang juga disebabkan banyak faktor. Mungkin karena goncangan / ketarik pas ngecek kondisi kabel.

"Ini yang bikin panas. Arus yang ada di kabel nyambung-putus karena kendur. Lama-lama panas dan akhirnya kebakar,"

Makanya, seandainya ada ubahan komponen kelistrikan yang mengharuskan melepas soket setelah dipasang lagi soket kudu dicek ulang. Coba tarik beberapa kali. Siapa tahu masih kendur.

saran saya "Soket jangan dibiarkan ada gerakan sedikit aja pas ditarik. Kalau masih ada, sebaiknya diikat cable tie,"

Itu problem soket kebakar karena posisi renggang. Ada lagi faktor karena beban daya yang kelewat besar dari penggantian komponen.

"Arus yang dihantar kabel melebihi dari daya tahan seharusnya. Antar kabel yang dihubungkan dengan soket memanas, jadi kebakar deh soket,"

Problem yang paling serius, juga karena kondisi serat kabel. Serat kabel pasti beragam dan dengan daya tahan usia pakai yang berbeda.